Senin, 10 Agustus 2020

Senin, 10 Agustus 2020

Assalamualaikum.
semangat pagi anak-anak semua. Sudahkah kalian sarapan pagi ini?
semoga Allah mudahkan segala urusan kita hari ini ya, dan semoga kalian mendapat nilai yang baik untuk ulangan harian ini.

Nah, untuk kewalikelasan hari ini ibu akan memberikan sebuah cerita yang mungkin sudah pernah kalian dengar.
 Silahkan baca cerita di bawah ini lalu tuliskan hikmahnya di kolom komentar ya

Cerita tentang kepuasan manusia tidak pernah tercapai

Pada suatu hari ada seorang Ayah, anak dan seekor keledai. Sang ayah bernama juha itu ingin memberikan pelajaran kehidupan yang berharga kepada Anaknya didalam perjalanannya.

Dia menunggangi seekor keledai dan menyuruh Sang anak berjalan dibelakangnya. Ketika baru berjalan beberapa langkah, lewatlah sebagian wanita yang menyoraki juha, "Kok, kamu yang naik, sedangkan anakmu yang kecil itu kelelahan berjalan dibelakang?"

Mendengar itu,Juha pun turun dan menyuruh anaknya yang naik keledai. Kemudian tak berapa lama, mereka melewati segerombolan orang tua sedang duduk dibawah pohon. Mereka berkata "Mengapa kamu berjalan kaki, kamu kan sudah tua, sedangkan anakmu yang masih muda kau biarkan naik keledai itu?"

"Apakah kamu mendengar perkataan mereka, Nak? Kalau begitu mari kita naiki keledai ini sama-sama." kata Juha kepada anaknya.
Lalu mereka pun bersama menunggangi keledai itu. Tetapi, ditengah perjalanan, mereka melewati sekelompok orang pecinta binatang. Melihat pemandangan itu, mereka meneriaki Juha dan anaknya "Kasihanilah binatang yang kurus kering itu. Kalian berdua menungganginya, padahal kalian lebih berat dari pada keledai ini."

"Kau dengar tadi?" kata Juha kepada anaknya sambil turun dan menurunkan anaknya dari atas keledai. "Kalau begitu, mari kita berjalan bersama-sama dan kita biarkan keledai ini berjalan di hadapan kita." Kata Juha lagi.
kisah islami inspiratif
cerpen-islami

Akhirnya Sang ayah dan anaknya melanjutkan perjalanan, sementara keledai berjalan di depan mereka berdua. Lalu mereka melintasi segerombolan pemuda berandalan yang mabuk, melihat Juha dan anaknya yang sedang berjalan kaki, gerombolan itu pun meneriaki mereka berdua "Yang pantas itu keledai yang menaiki kalian berdua, sehingga kalian dapat membuatnya terhindar dari kendala - kendala di jalan."

Juha terpengaruh ucapan pemuda berandalan itu. Ia dan anaknya kemudian memikul keledai itu dengan menggunakan batang kayu yang merreka temukan di jalan. Baru saja Juha dan anaknya berlalu melanjutkan perjalanan, orang - orang dibelakang mereka menertawakan pemandangan aneh itu.

Juha berhenti dan menoleh kepada anaknya sambil berkata, "Wahai anakku, jika mendengar dan mengikuti semua omongan manusia. Tidak akan ada habis - habisnya."

Semoga kita dapat mengambil hikmah terbaik dari cerita itu ya.

Wassalamualaikum

12 komentar:

  1. Kita harus menghormati orang tua dan menyayangi yang lebih muda dan kita harus bersukur apa yang diberikan oleh allah swt

    BalasHapus
  2. Gilang maulana ramadhan dengar kanlah langkah hati mu kadang manusia berkata aneh & kadang manusia berkata benar

    BalasHapus
  3. Hidup lah sesuai dengan yang di ajarkan
    Agama islam jangan selalu per pengaruh
    Oleh ucapan orang lain

    BalasHapus
  4. Kita harus menghormati orang tua
    Dan orang yg lebih tua harus menyayangi
    Dan milindungi.

    BalasHapus
  5. Tidak usah terlalu pusing dengan omongan banyak orang. Karena, kepuasan manusia tidak akan pernah tercapai. Jangan khawatir dan mundur untuk melakukan yang terbaik

    BalasHapus
  6. jangan terlalu memikirkan perkataan orang lain karena cara pandang setiap manusia berbeda.dan jangan mudah terpengaruh omongan orang lain

    BalasHapus
  7. Kita jangan terlalu terpengaruhi oleh omongan orang lain dan kita harus bersyukur kepada ALLAH S.W.T

    BalasHapus
  8. kita janggan mendenggarkan omonggan orang lain yg tidak bermanfaat klo kita mendenggar omonggan orang lain yg tidak bermanfaat bagi kita itu akan membuat kita putus asa jadi janggan lah kalian omonggan orang lain yg tidak bermanfaat supaya kita maju dan bangkit

    BalasHapus
  9. Nadhira nur syahidah

    Kita jangan terpengaruh oleh omongan orang lain , berbakti kepada orangtua slalu bersyukur kepada ALLAH SWT.

    BalasHapus
  10. Nadhira nur syahidah

    Kita jangan terpengaruh oleh omongan orang lain , berbakti kepada orangtua slalu bersyukur kepada ALLAH SWT.

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Egp.... Berbakti kpd orang tua n selalu bersyukur kpd Allah.

    BalasHapus